Iklan
jump to navigation

Masalah Pertama Vario 125, Karet Engine Hunger Copot . . . . . . ?????!!!! 18 Juni 2015

Posted by adhyg13 in Umum.
Tags: , , ,
trackback

Odometer baru menunjukan 1.300 km saat si vario mengalami masalah . . .
Sebenarnya ini bukan cerita yang ingin saya sharing pertama kali tentang vario tapi saat saya mencari di mesin pencari tentang masalah yang saya alami, saya tidak menemukannya, jadi semoga sharing kali ini berguna.

image

Ceritanya sabtu minggu tanggal 16-17 mei kemarin jalan-jalan ke Gunung Kidul untuk menikmati jajaran pantainya, start dari rumah sabtu pagi menggunakan vario yang odometernya masih menunjukan 1.000 an km. Sabtu 16 Mei 2015 Saat berangkat si Vario tak ada masalah apapun nyaman untuk berboncengan, diajak menanjak di daerah imogiri juga tidak kedodoran, puas pokoknya setiap tanjakan dilibas dengan halus tanpa perlu ngeden. Sampai ke pantai si vario tak terasa ada gejala masalah apapun, lancar. Sampai akhirnya hari telah menjelang sore dan saya harus beranjak dari pantai menuju ke arah Wonosari, gejala awal mulai terasa ban belakang terasa seperti ban yang kurang angin, setiap melewati jalan bergelombang terasa tidak nyaman. Sempat saya tambah angin tapi gejala seperti ban kempes tetap terasa, sampai disini saya abaikan.
Hari kedua, minggu tanggal 17 Mei 2015 pagi hari sebelum melanjutkan perjalanan ke air terjun Sri Gethuk dan kemudian pulang terlebih dahulu saya cek kalau-kalau ada paku yang membuat ban belakang terasa grudug-grudug, tetapi nihil. Mau bagaimana lagi, perjalanan harus dilanjutkan walau vario mengalami masalah dan Sri Gethuk harus tetap dijamah :mrgreen:
Baru bertolak beberapa km dari Wonosari gejala tambah parah setiap melalui jalan rusak terasa seperti bibir velg berbenturan dengan permukaan aspal, ngilu yakin . . . . . !!! rasanya persis seperti ban bocor yang dipaksa berjalan di jalan berbatu, jedak-jeduk keras velg berbenturan dengan aspal  tapi gejalanya terasa saat dipakai berboncengan, saat sendiri ya normal saja. Mau bagaimana lagi perjalanan pulang musti pelan-pelan setiap melewati jalan rusak, lebih-lebih di jalur selatan yang remuk . . . . . oh . . . . .no. . .!!!!
Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat dan masih menganggap masalah si Vario ada pada ban belakangnya.
Satu minggu saya abaikan masalah si Vario karena sehari-hari hanya dipakai sendirian sampai akhirnya saya temukan masalah sebenarnya si Vario. Saat saya setandar tengah si matic 125, terasa standar tengah seperti tidak ikut terangkat dan terasa tertinggal dan di bagian bawah di besi pengikat mesin yang belakangan baru saya ketahui bernama engine hunger terasa kendor, gerakan naik turun begitu mengayun bahkan saat diangkat dengan tangan saja sudah mengayun. Dari sini mulai khawatir karet mountingnya ambrol, asem . . . . .!!!! masih saya abaikan lagi :mrgreen: :mrgreen:
Meski berkali-kali saya abaikan tetap saja tidur tak nyenyak 😀 glindingna meng bengkel wadul meng mekanike.
Apa yang didapat?
Karet engine hunger copot dan tak terpasang pada tempatnya, harus turun mesin untuk membetulkan karet engine hunger seperti sedia kala, asem . . . . .  sit-sit apa itu engine hunger bro? Bahasa mudahnya ya part untuk menggantungkan mesin ke rangka yang letaknya tepat di bawah pijakan kaki pengendara. Syukur beres dan sekarang sudah normal lagi. . . .
Proses perbaikannya tak membutuhkan waktu lama tapi heran juga karet mountingnya bisa lepas dari dudukannya dan sebagai informasi ternyata karet ini tidak tersedia part penggantinya. Lah untung bisa diperbaiki.

image

Mari kita rangkum gejala-gejalanya
1. Ban belakang terasa gruduk-gruduk, terkadang seperti ban yang terlalu keras dan kadang seperti kurang angin.
2. Saat melewati jalan rusak atau berbatu persis seperti ban bocor yang dipaksa jalan, jeduk-jeduk seperti bibir velg berbenturan dengan batu.
3. Standar tengah tak ikut terangkat saat motor diangkat dengan behel belakang dan saat dilepas terdengar suara seperi besi beradu.
Itu tadi masalah pertama yang terjadi pada vario, semoga bisa berguna.
Salam L2 Super. . . .

Iklan

Komentar»

1. Hari Agung - 24 Agustus 2017

Wah kayanya semua motor vario penyakitnya sama nih, motor saya vario techno yg 110cc dan masalahnya sama persis. Sangat ganggu kalo dipake boncengan dan ngelewatin tanggul atau jalan berlubang nih.
Kalo boleh tau itu perbaikin karetnya dipasang pake lem aibon, lem korea, atau diapain ya gan?

2. Tsar Ferdinand - 28 September 2016

Iya Vario 125 saya juga.
Ini yang buat saya kecewa dengan Honda sekarang. Kata teman si mountingnya.

Sampai sekarang belum di perbaiki gan. Belum sempat ke bengkel.

Harga perbaikannya berapa ya?
apa ada parts yang perlu di ganti?

Thanks infonya 🙂

adhyg13 - 28 September 2016

Part gak ada yang diganti mas.biaya perbaikan 25rb seperti di nota yang tak lampirkan.

3. febiyanuar - 5 September 2016

sama persis penyakit motor ane baru 6bln.. Malah k bengkel pinggir jalan bilang itu komstir atau sockbreaker nya udah jebol.. Padahal “gradak-gruduk” nya terasa dibawah kaki pas standar.. Malah serasanya kaya shocknreaker “ngebletak”.
Padahal karetnya lepas.. Itu ada didalem pipa rangkanya dan hrus pake obeng panjang ngambilnya.. Dan kalo mau beli karetnya agak susah di dealer resmi harus psen dulu.
Langsung ane ganti skalian ama karet bos as nya yg baru.. Jadi mantep bantingannya.

adhyg13 - 6 September 2016

walah ternyata banyak juga yang ngalamin ya. sasya waktu ke beres malah mekaniknya bilang kalo karetnya gak dijual jadi kalo sampai gak bisa dibenerin ya cacat.

4. luvi - 15 Agustus 2016

Sama banget gan mtor sya kena polisi tidur keicil kaya yg mati sobleker , eh … tau nya karet arm nya udh rusak padahal mtor bru 8bln .. tau gni mendingan beli nmax aja

adhyg13 - 16 Agustus 2016

Haha. . . Masih mending 8 bulan brot,ini baru 2 bulan kurang.

5. syaiful - 14 Juni 2016

gan berapa lama ya perbaikannya punyaq beat kayake sama juga masalahnya?

adhyg13 - 29 Juli 2016

2 jam gan.diberes.

6. asis - 23 Oktober 2015

Vario 125 saya juga kaya gto padahal baru 7bln, terasa waktu pergi ke daerah ciater subang, kaya ban bocor,,, ada ada aja…
(๑’⌣’๑)う ◦†нªηк You ◦◦ infonya brow..

7. Hafidz - 22 Oktober 2015

Sama penyakitnya gan sama vario 150 ane, odometer masih 2000an, ban belakang gluduk2 pas gujlakan, ane ga pake kemana2 gan, cuma jalan perkotaan jakarta aja, makenya juga biasa aja ga ada yg spesial.. Wkwkwk heran juga ya bisa copot tuh karet.. Mending beli nmax dah kalo gitu.. Nyesel gan beli vario 150.. Wkwk.. Pendapat pribadi gan..

8. Argi Fahreza - 15 Juli 2015

paijo kapan nyang solo?

9. nbsusanto - 18 Juni 2015

sip sharingnya kang.. setidaknya bisa buat acuan kalo kalo si vario ada gejala yang sama.. 🙄
spx2 0,8 harganya 47 ribu? mahal banget yak.. itu masih buatan repsol atau sudah federal seperti spx1?
http://dolanotomotif.com/2015/06/14/ternyata-oli-ahm-spx1-orange-sudah-bukan-racikan-repsol-lagi/

adhyg13 - 18 Juni 2015

Ya semoga bisa berguna. 😀
Wah ga ngeh repsol p fed soalny sekalian ganti di beres.


coret-coretnya ya . . . . .

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: