Iklan
jump to navigation

Disaat Ku Tak Bisa Lagi Menikmati Damainya Melaju Di Atas Roda-Roda Butut Ku . . . . . 9 Desember 2013

Posted by adhyg13 in Umum.
trackback

Lima atau enam tahun lalu saya baru mulai mengenal motor saat, ya baru mengenal karena untuk menambah gigi saja saya harus mikir dahulu apalagi untuk mengurangi gigi perseneling. Terlambat kah? tidak juga, semua itu karena ketatnya kedua orang tua saya melarang saya, jikapun diajari ya cuma muter-muter jalan kampung. Di waktu kemudian saat saya dirasa cukup mampu secara fisik dan mental untuk membawa motor, orang tua saya percaya sepenuhnya melepas saya ke jalan raya dengan tetap dibekali sedikit nasihat-nasihat tentang tata krama berlalu lintas.

Saat itu walau badan terasa masih kaku tangan kanan masih pegel buat manteng gas, dan reflek juga belum terasah tapi pikiran ini terasa tenang dan santai. Berbeda sekali dengan saat ini saat refleks semakin terasah, gerak badan semakin luwes, dan tangan terbiasa memacu motor selama 4-5 jam, tapi pikiran justru terkuras untuk berkonsentrasi keras dan terasa tegang pada keadaan jalan yang makin ruwet, semakin sadis, dan semakin mengerikan.

Terkadang saya ingin berkendara menikmati jalan dengan roda-roda butut saya, tapi yang ada seakan terintimindasi oleh pengendara lain. Di waktu lain roda-roda butut ku ingin berjalan kencang ya sedikit lebih kencang, mengamati sebelum menyalip, memperhitungkan resiko yang ada dan tanpa disadari sesosok pengendara lain menyalip disisi lebih kanan dengan jarak hitungan centi saja. Geram!!!!

Tak ayal kadang yang sering terjadi roda-roda butut ku terpaksa mengikuti emosi saya untuk membalas perlakuan yang dilakukan pengendara tadi, namun lebih sering berujung sesal karena kebodohan itu harusnya tak dilakukan. . . . .

Di saat lain roda-roda butut ku merayap di kemacetan, lengkingan klakson yang tak merdu memeriahkan riuhnya kemacetan. Roda-roda lain kadang tanpa permisi dengan seenaknya potong kiri kanan. Jengkel!!! Apa boleh buat yang bisa roda-roda butut lakukan hanya menutup jalur sempit agar tak memaksa menyalip di kemacetan. Tutup agar tetap antri dibelakang dan tidak menyumbat jalan dan menyebabkan makin lama terkurung di kemacetan.

Gambar

 

 

Roda – roda butut ku . . . . .

Entah sampai kapan roda-roda butut ini mampi bertahan di jalanan yang semakin keras dan kejam . . . . .

 

Salam . . . . . . .L2 Super . . . .

Iklan

Komentar»

1. Mase - 25 Januari 2014

jalan berlubang

2. apache_black - 10 Desember 2013

sabar mas bro

adhyg13 - 10 Desember 2013

semoga ya bro,hehe

3. Maskur - 9 Desember 2013

ro..
man..
tis..

adhyg13 - 10 Desember 2013

hayah romantis . . . .

4. macantua - 9 Desember 2013

curhatannya keren

adhyg13 - 9 Desember 2013

haha . . .lg melow . .. .

macantua - 9 Desember 2013

lanjutkan kang hahahahaha

adhyg13 - 9 Desember 2013

tentu saja kang . . .


coret-coretnya ya . . . . .

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: