Iklan
jump to navigation

Pengalaman . . . . . . 30 Desember 2012

Posted by adhyg13 in Umum.
trackback

         Coy, tidak bisa dipungkiri kita manusia tak bisa lepas dari manusia lain dalam berbagai urusan, begitu pula ketika kita ada di jalan. Sebagai pengendara kita akan tetap membutuhkan pengendara lain ,misalnya saat malam hari, hujan deras dan di dearah sepi untuk sekedar teman  seperjalanan, tak jarang juga kita dibuat kesal oleh kelakuan pengendara lain, atau bahkan kita yang membuat kesal pengendara lain, ya itulah sebuah kehidupan.

Seperti yang L2S alami kemarin saat berangkat ke Solo, saat sedang santai-santainya nunggang motor, terlihat di spion kanan ada 1 motor yang mau nyalip, ya monggo nyalip saya tak ngalah . . . . .menurut pantauan saya di spion cuma ada satu motor yang mau nyalip, tapi tiba-tiba ada 1 motor lagi nyalip dengan kelakuan yang agak sembrono, dari pergerakannya ketika di depan saya terlihat dia nyalip dari sebelah kiri terus nyerong ke kanan saya dengan cepat dan membuat saya kaget dan benar-benar membuat saya emosi!!. Terserah saya dianggap alay, seketika itu saya downshift dan geber motor saya mau ngejar itu motor sembrono, dalam pikiran cuma ada kata “babat coy!!”

YES!!!!

Terkejar tu si motor sembrono, tak jejerin dan pas sebelum lampu merah tak salip dan saya ngerem sejadi-jadinya di depannya, ditabrak yo ben ribut sisan!!

Nah pas di lampu merah ini saya lampiasin emosi saya.

Ane : mas, bisa ati-ati g??!!

XXX : mbuka kaca helm sambil pura-pura g denger.(WTF!!)

Ane : Bisa pelan-pelan g!!!

XXX : (cuma ngacungin jempol dengan wajah tampolan tanpa minta maaf) Emang situ      kesrempet????(dengan santainya)

Ane : Tak maki-maki tu orang (g pantas ditulis), ngegampangin banget sama nyawa orang!!!!

XXX : cuma diem belaga bloon.

Selanjutnya . . . . .

Saya yang masih emosi bener-bener pengen mbabat tu orang, tapi saat saya pikir rugi saya kalau emosi terus sama orang yang bahkan g ngerasa bersalah atau paling tidak sungkan pada saya.

Ya sudahlah akhirnya saya laju pelan-pelan sambil nurunun emosi.

Terus buat apa nulis alay-alayan gini????

He . . . . .g ada maksud lain selain mau bilang kata ” RUGI “.

Terus gimana biar g rugi coy?

  1. Lampiasin emosi pada saat itu juga, entah dengan memencet klakson atau geber gas buat penyalur emosi.
  2. Jangan kejar, dia melaju dengan caranya yang seperti itu sedangkan kalau kita mengejar kita akan melaju dengan emosi kita bukan dengan cara kita melaju, berbahaya untuk kita.
  3. Tegur, paling aman di lampu merah ( misuh sedikit ga apa2, manusiawi )
  4. Lupakan, anggap angin lalu dan melajulah lagi dengan santai.

Yap begitulah, guru yang terbaik memang dari pengalaman . . . .

Salam L2S . . . .

 

 

 

Iklan

Komentar»

1. bimo96 - 8 Januari 2013

sering mah kalo gitu reflek mulut keluar kata kotor.. 😀
saking keselnya 😀


coret-coretnya ya . . . . .

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: